Kita hidup di dunia yang penuh dengan keberagaman, baik itu suku/etnis, budaya, agama, maupun bentang alamnya. Kita tidak akan pernah tau kondisi di tempat lain jika tidak pernah menjajakinya. Orang yang tidak pernah keluar dari daerahnya cenderung berpikiran sempit. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dalam berpikir yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan tempat tinggal yang sejenis. Tidak perlu keluar hingga ke tempat yang terlalu jauh, seperti keluar negeri. Cukup keluar dari golonganmu, kotamu, atau bahkan pulaumu. Niscaya kamu akan melihat banyaknya perbedaan diluar sana yang dapat memperkaya wawasan dan cara berpikir kita dalam menatap dunia. Begitu hebatnya ciptaan Sang Maha Kuasa, menciptakan beraneka macam makhluk dan detail bentang alam yang berbeda. Kita sebagai makhluk ciptaanNya yang dapat berpikiran kompleks disatukan atas dasar satu kesamaan, yakni manusia. Perbedaan golongan, budaya, warna kulit maupun bentang alam tempat kita tinggal menjadik...
Tahun penulisan: 1991
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: Mizan
Jumlah halaman: 798 halaman
Dunia sophie merupakan novel filsafat pertama yang pernah aku baca. Jujur awalnya aku susah untuk memahami novel ini karena filsafat merupakan topik yang tidak mudah dipahami oleh kebanyakan orang dan oleh karenanya tidak banyak orang yang menggeluti bidang ini. Aku pribadi memerlukan waktu cukup lama untuk menamatkan novel ini. Tidak hanya 1-2 bulan tetapi sekitar setahun lamanya waktu yang aku butuhkan hanya untuk menamatkan 1 novel ini haha.. tapi itu pun diluar aktifitas wajibku yang lain ya. Oke, langsung aja kita simak reviewnya.
Novel ini sebagaimana judulnya mengisahkan tentang kehidupan seorang gadis kecil yang bernama Sophie Amundsend. Kisah ini bermula ketika pada suatu hari sepulang sekolahnya Sophie yang saat itu masih berumur 14 tahun mendapatkan sebuah surat misterius. Surat itu hanya berisikan sebuah pertanyaan: "Siapa kamu?" Tak berselang lama pada hari itu juga dia mendapatkan surat yang lain yang berisikan pertanyaan lainnya: "Dari manakah datangnya dunia?" Kedua pertanyaan itu membuatnya mulai menanyakan hal-hal mendasar dalam kehidupan yang tidak pernah dipikirkannya selama ini. Pada hari-hari berikutnya surat-surat misterius yang berisikan pertanyaan-pertanyaan filosofis tersebut terus menerus datang ke rumahnya. Hingga akhirnya diketahui si pengirim surat ialah seorang pensiunan tentara bernama Alberto Knox yang tinggal seorang diri di sebuah gubuk di tengah hutan. Selanjutnya terjadi aktifitas surat-menyurat antara Sophie dan Sang Filosof tersebut yang dari kegiatan itulah Sophie mendapatkan pembelajaran tentang filsafat. Alberto membagi penjelasannya berdasarkan era perkembangan filsafat, mulai dari zaman Yunani Kuno hingga saat ini.
Sophie merupakan gadis 14 tahun yang serba ingin tau. Merasa tidak cukup dengan surat-menyurat kepada Sang Filosof, Sophie berusaha mencari tau tentang siapakah sebenarnya Sang Filosof tersebut sehingga ia berusaha datang langsung ke gubuknya. Tak lama setelah Sophie menyusup ke gubuk Alberto, akhirnya Alberto pun memutuskan untuk memberikan pelajaran filsafat langsung kepada Sophie di dalam gubuknya. Jadi pada hari-hari tertentu Sophie akan datang ke gubuk Alberto untuk menerima pelajaran filsafatnya. Namun ada hal yang masih jadi pertanyaan misterius hingga pertengahan novel, siapakah Hilde Mollar Knag? Nama tersebut tertulis pada beberapa surat misterius dari ayah Hilde yang ditujukan untuk Hilde namun menggunakan alamat rumah Sophie bahkan tanpa Sophie ketahui siapakah mereka. Seseorang bernama Hilde yang tidak dikenal oleh Sophie itu seolah dapat melihat kejadian-kejadian yang dipikirkan dan dialami oleh Sophie akhir-akhir ini tanpa Sophie perlu menyerahkan surat-surat itu kepadanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Selain itu, semenjak dimulainya pelajaran filsafat Sophie terjadi kejadian-kejadian aneh dalam hidup Sophie yang didalangi oleh ayah Hilde, Albert Knag. Kejadian-kejadian aneh itu bahkan tidak masuk diakal. Salah satu kejadian anehnya seperti munculnya tokoh kartun Winnie The Pooh karangan A. A. Milne. Pada suatu hari ketika Sophie sedang menerima pelajaran filsafat dari gurunya Pooh tiba-tiba muncul dari dalam hutan dan datang ke gubuk Alberto untuk menyampaikan pesan dari ayah Hilde kepada Sophie. Bukankah itu suatu hal yang mustahil? Bagaimana hal itu bisa terjadi dalam kehidupan Sophie?
Terlepas dari kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh Sophie yang didalangi oleh ayah Hilde, pelajaran filsafat Sophie terus berlanjut. Disela-sela aktifitas wajibnya seperti bersekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah, Sophie selalu datang ke gubuk Sang Filosof untuk memperoleh pelajaran filsafatnya. Sedikit demi sedikit penyebab kejadian-kejadian aneh yang terjadi dalam kehidupan Sophie mulai terkuak. Ternyata Sophie, Alberto, dan kehidupan di sekitar mereka tidak lebih dari alam imajinasi dari ayah Hilde. Imajinasi ayah Hilde itu dituangkan dalam sebuah cerita yang diketik pada beberapa lembar kertas yang diberikan kepada Hilde sebagai hadiah ulang tahun Hilde ke-15. Sungguh sebuah plot twist yang sangat mengejutkan. Sophie yang selama ini menganggap kehidupannya sebagaimana kehidupan manusia normal pada umumnya ternyata hanyalah sebuah karangan dari seseorang. Apakah itu artinya semua pelajaran filsafat yang dia terima dari Alberto juga merupakan hasil settingan ayah Hilde? Apakah perasaan-perasaan yang selama ini dia rasakan juga rekayasa dari ayah Hilde? Seperti perasaan sayang kepada ibu dan ayahnya atau perasaan rindu pada ayahnya yang sedang bertugas militer di Lebanon. Bisakah dia menjalani kehidupannya dengan kehendak bebas tanpa campur tangan ayah Hilde selaku penciptanya?
Sophie dan Alberto tetap melanjutkan pelajaran filsafatnya sambil berusaha mencari solusi untuk membebaskan diri dari cerita karangan ayah Hilde itu. Cerita karangan ayah Hilde itu berakhir pada kekacauan Pesta Taman Filsafat di rumah Sophie. Namun pada saat itu juga Sophie dan Alberto berhasil menemukan cara untuk keluar dari cerita itu. Mereka berusaha berkomunikasi langsung dengan Hilde dan ayah Hilde yang pada saat itu baru saja kembali dari Lebanon. Namun usaha mereka sia-sia. Mereka tak lebih dari makhluk yang berbeda dimensi yang tak kasat mata. Dimensi lain itu disebut sebagai Alam Kekekalan dimana makhluk-makhluk di dalamnya tidak mengenal kematian. Mereka hidup disana bersama dengan Cinderella, Putri Salju, Sherlock Holmes, Mary Poppins, Peter Pan, dan tokoh karangan lainnya. Sophie dan Alberto bisa saja sewaktu-waktu kembali pada kehidupan normal mereka, bertemu keluarga dan teman-teman, tetapi tidak lebih dari saat terjadinya kekacauan Pesta Taman Filsafat. Karena ayah Hilde sudah tidak melanjutkan ceritanya lebih dari kejadian itu.
Well, novelnya berakhir kurang lebih seperti itu. Terlepas dari itu semua, novel ini bagus banget buat kalian yang ingin mengenal dunia filsafat. Setelah aku membaca novel ini, aku rasa filsafat tidak sesulit yang orang-orang umum bayangkan untuk memahaminya. Filsafat itu ilmu yang menimbulkan banyak tanda tanya. Tapi hal itu tidak menjadi masalah karena dari pertanyaan-pertanyaan itu kita dilatih untuk berpikir kritis. Tidak hanya terpaku pada konsep yang disajikan di hadapan kita. Pelajaran filsafat yang disajikan dalam novel ini menurutku cukup lengkap ya, cukup membuat diri ini tersadar dan yakin bahwa phillosophy is the mother of science. Tapi tentunya tidak selengkap jika kalian mengambil jurusan filsafat di perkuliahan ya haha. Ya bisa dibilang ini dasar-dasarnya materi filsafat gitu deh. Mulai dari materi politik, hukum, sosiologi, biologi, kimia, fisika, psikologi, musik, drama, teater, kepercayaan, dan lain-lain disajikan dalam buku ini. Gimana ceritanya 1 buku bisa mencakup semua materi itu? Ga bisa bayangin kan? Makanya ayo baca Dunia Sophie! 😃
Yang paling bijak adalah dia yang mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui ― Jostein Gaarder

Alur cerita nya sangat menarik, penggambaran dari admin blog membuat ingin membaca buku dunia shopie. Perjuangan satu tahun untuk menyelesaikan buku patut diacungi jempol. Goodjob ��������
BalasHapusHaha yaitu lama bener setaun wkwk. Makasih kak masukannya 🙏
HapusReview yg sangat menarik, runut&mudah dicerna terutama bagi orang yg sangat awam dalam bidang filsafat seperti saya, hehe..
BalasHapusNice share&lanjutkan karya2 berikutnya Kak 👍🏻
Siap.. terima kasih untuk support dan dukungannya :)
Hapus