Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Kamu harus keluar dari daerahmu!

Kita hidup di dunia yang penuh dengan keberagaman, baik itu suku/etnis, budaya, agama, maupun bentang alamnya. Kita tidak akan pernah tau kondisi di tempat lain jika tidak pernah menjajakinya. Orang yang tidak pernah keluar dari daerahnya cenderung berpikiran sempit. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dalam berpikir yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan tempat tinggal yang sejenis. Tidak perlu keluar hingga ke tempat yang terlalu jauh, seperti keluar negeri. Cukup keluar dari golonganmu, kotamu, atau bahkan pulaumu. Niscaya kamu akan melihat banyaknya perbedaan diluar sana yang dapat memperkaya wawasan dan cara berpikir kita dalam menatap dunia. Begitu hebatnya ciptaan Sang Maha Kuasa, menciptakan beraneka macam makhluk dan detail bentang alam yang berbeda. Kita sebagai makhluk ciptaanNya yang dapat berpikiran kompleks disatukan atas dasar satu kesamaan, yakni manusia. Perbedaan golongan, budaya, warna kulit maupun bentang alam tempat kita tinggal menjadik...

Omelet Kentang

Aku pribadi bukan orang yang terlalu menyukai kentang karena bagiku kentang itu rasanya sedikit hambar. Oleh karena itu, pada resep kali ini aku berusaha mengkombinasikan kentang dengan bahan makanan lain supaya pendapatku tentang kentang itu sirna.. haha. Mengingat kentang itu bisa dijadikan sebagai pengganti nasi, maka kalian tidak perlu repot-repot menambahkan nasi sebagai pendamping menu ini. Dijamin kalian makan ini saja pasti kenyang deh.. hahaha. Cukup tambahkan saus tomat/saus sambal diatasnya maka rasanya akan seperti pizza. Yuk disimak resepnya! Selamat mencoba! 💛 Bahan: Kentang (1 buah) Bawang bombai (1 buah) Telur ayam (2 butir) Garam (1/2 sdt) Cabai rawit (3 biji) Lada bubuk (1/3 sdt) Kaldu jamur bubuk (1/2 sdt) Minyak goreng (2 sdm) Cara Pembuatan: Pisahkan kentang dan bawang bombai dari kulitnya lalu cuci bersih Potong kentang menjadi 2 bagian lalu iris tipis masing-masing bagian. Hal yang sama lakukan juga pada bawang bombai Pisahkan cabai rawit dari tangkainya lalu ke...

Tumis Sarden

Apakah anda merasa bosan saat memakan sarden? Bahkan ketika kaleng sardennya belum dibuka anda sudah bisa membayangkan rasa sarden itu seperti apa? Kalau ada yang seperti itu maka kita sehati guys.. haha. Aku juga merasakan hal yang sama seperti itu. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti ini 😩. Bagi yang tidak memiliki urusan penting diluar lebih baik #dirumahaja. Jadi mau tidak mau harus menyetok makanan di rumah/kos. Nah salah satu makanan yang bisa tahan lama disimpan dan bahkan tidak perlu dimasukkan ke dalam kulkas itu siapa lagiii.................... kalau bukan.................... Yups!  Sarden kaleng 🎉🎉🎉 Tapi ya kan lama-lama bosen yak makannya begituan mulu. Sarden lagi, sarden lagi. Bukannya kita tidak mau bersyukur. Tapi ya gimana gitu kalo ending-endingnya sama si sarden mulu.. huhu. Akhirnya aku coba-coba deh tuh mengolah si sarden menjadi masakan tumis. Yuk simak resepnya guys! Selamat mencoba! Bahan: Sarden (1 kaleng) Bawang putih (1 siung) Bawang merah (2 s...

Perjalanan Pangeran Cilik yang Penuh Arti

Judul: Le Petit Prince (Pangeran Cilik) Tahun penulisan: 1943 Penulis: Antoine de Saint-Exupéry Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 118 halaman Buku ini walau dari judul serta covernya nampak seolah merupakan cerita anak-anak, namun penulisnya sengaja mempersembahkan tulisannya ini untuk dinikmati dan direnungkan oleh orang dewasa. Tak luput juga didalamnya terdapat beberapa ilustrasi dari pengarang untuk memudahkan orang dewasa memahami isi ceritanya. Buku ini lebih tepat dikatakan sebagai buku perenungan. Ya begitulah kiranya menurutku. Karena cerita dalam buku ini sebenarnya sungguh sangat tidak masuk akal. Bagaimana bisa seorang anak kecil berpindah dari satu planet ke planet lain hanya dengan memanfaatkan migrasi burung liar? Manusia saja butuh waktu beratus tahun untuk mengembangkan pesawat ulang-alik dan menerbangkan manusia ke luar angkasa.. haha. Well, aku rasa penulis dalam hal ini sengaja mengajak kita, orang dewasa, untuk sejenak kembali menjadi anak kecil dima...

Kolak Kabocha with Milk

Siapa yang tau kabocha? Aku sih baru tau kabocha saat mampir di salah satu supermarket dan ada ibu-ibu yang merekomendasikan ini. Niat awalnya cuma mau beli labu lokal.. haha. Bentuknya menggemaskan loh! Search aja di google wkwk.. Ternyata oh ternyata.. si kuning kecil satu ini adalah labu yang berasal dari Jepang dan tinggi akan serat namun rendah lemak. Kayanya cocok banget sih buat yang mau diet.. hmm menarique 😏 Nah terus aku bikin deh tuh kolak kabocha with milk. Simak cara-caranya dibawah ini ya. Selamat mencoba! Bahan: Kabocha yang sudah dipotong-potong berbentuk dadu (1/2 buah, sekitar 500 gr) Susu cair plain (600 ml) Gula (3 sdm) Garam (1/2 sdt) Cara pembuatan: Panaskan susu cair, gula, dan garam ke dalam panci (gunakan api kecil) Aduk hingga gula dan garamnya larut semua Masukkan potongan kabocha Tutup panci dan tunggu sampai agak mendidih Pastikan kabocha sudah empuk/tidak keras dengan menggunakan garpu Matikan kompor jika sudah mendidih dan kabochanya empuk Kabocha with m...

Berkaca dari Sekali Peristiwa di Banten Selatan

Judul: Sekali Peristiwa di Banten Selatan Tahun penulisan: 1958 Penulis: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Dipantara Jumlah halaman: 132 halaman Pada kata pengantar dari penulis yang terdapat di awal buku, beliau menyebutkan bahwa novel ini merupakan buah pemikirannya setelah melakukan kunjungan selama beberapa waktu lamanya di wilayah Banten Selatan. Kala itu penulis terpesona dengan kondisi alam yang masih perawan dan subur di wilayah tersebut. Benar saja, penulis berhasil menyelipkan deskripsi kondisi alamnya dengan sangat apik pada tulisannya sampai aku pun penasaran wilayah Banten Selatan manakah yang dimaksud beliau.. haha. Akan tetapi, dibalik pesonanya itu juga terdapat permasalahan-permasalahan yang harus segera dipecahkan oleh masyarakat sekitarnya, terutama permasalahan kesejahteraan dan minimnya ketersediaan bahan pangan. Beliau berharap melalui tulisan yang dibuatnya ini ia dapat menyumbangkan pikirannya, sedikit atau banyak, untuk membangun kesejahteraan hidup khusu...