KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) adalah sekumpulan perbuatan tercela manusia yang sulit diberantas dalam sebuah instansi ataupun organisasi. Bukan hanya karena perbuatan-perbuatan seperti itu terjadi secara terselubung dan terorganisir sehingga sulit untuk diberantas. Namun sulitnya pemberantasan tersebut juga dipengaruhi oleh masalah kemerosotan mental yang dihadapi oleh para oknumnya. Dalam hal ini kemerosotan mental yang diderita oleh oknum-oknum tersebut memang tidak separah gangguan mental lainnya seperti depresi, OCD, skizofrenia, ataupun gangguan bipolar. Akan tetapi, jika mental seseorang sudah terganggu maka tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan gangguan mental yang lebih parah yang tentunya dapat mempengaruhi keseimbangan hidup individu tersebut.
Kondisi mental/psikologis seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana ia tumbuh dan berkembang. Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental juga harus dipelihara dengan baik. Kesehatan mental sangat erat kaitannya dengan cara bagaimana kita memilih untuk berpikir dan bertindak. Menurut Pieper dan Uden dalam bukunya yang berjudul Religion and Coping in Mental Health Care menyebutkan bahwa kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
Individu yang memiliki kesehatan mental yang baik tentu dapat melihat kemungkinan apakah tindakan yang akan dilakukannya tersebut memiliki dampak positif atau dampak negatif, baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain. Dalam kaitannya dengan tindakan KKN, sudah pasti oknum yang melakukan tindakan tersebut tidak mampu melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut, atau sesungguhnya dapat melihatnya namun mengacuhkannya. Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik pastinya juga akan memiliki rasa kepercayaan diri atas potensi yang dimilikinya, sehingga tidak perlu hidup bergantung pada belas kasih orang lain. Karena sesungguhnya dari rasa percaya diri itu lah setiap orang dapat menggapai sendiri apapun yang menjadi keinginan dan tujuan hidupnya.
Tindakan KKN sangatlah merusak perkembangan sebuah generasi. Memang faktanya KKN dapat menguntungkan bagi golongan-golongan tertentu yang memiliki kuasa. Namun jika pada mental generasi muda kita hanya tertanam pandangan seperti itu sudah tentu akan membuat generasi penerus bangsa ini menjadi malas, lebih tepatnya malas untuk berusaha melalui jalur yang benar dan malas untuk mengasah kemampuan dirinya. Karena pada dasarnya mereka tidak cukup memiliki rasa kepercayaan diri atas potensi yang dimilikinya seperti halnya orang-orang yang memilih jalur yang benar. Kita memang tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari rahim siapa, tapi setidaknya kita berhak memilih jalan yang fair untuk mencapai tujuan hidup kita.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSetuju bingits Kakak 👍🏻👍🏻👍🏻, untuk memberantas KKN pun tidak hanya sebatas slogan revolusi mental seperti yg digaungkan yg ternyata justru menyuburkan budaya KKN, uuupppsss.. #GaSengaja komen 🤭
HapusKKN dpt diminimalisir atau bahkan dilenyapkan melalui 3M (Mulai dari hal2 kecil berusaha semaksimal mungkin untuk melalui/menggunakan jalur yg benar, Mulai dari diri sendiri untuk selalu melalui jalur/cara yg benar, dan Mulai sekarang juga/jangan tunda lagi untuk berkata/berbuat yg benar). Betul/ga ya..? 🙏🏻
Sepakat 😊
HapusMantap, sepemikiran kita. Lanjutkan
BalasHapusSiap.. terima kasih :))
Hapus