Kita hidup di dunia yang penuh dengan keberagaman, baik itu suku/etnis, budaya, agama, maupun bentang alamnya. Kita tidak akan pernah tau kondisi di tempat lain jika tidak pernah menjajakinya. Orang yang tidak pernah keluar dari daerahnya cenderung berpikiran sempit. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dalam berpikir yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan tempat tinggal yang sejenis. Tidak perlu keluar hingga ke tempat yang terlalu jauh, seperti keluar negeri. Cukup keluar dari golonganmu, kotamu, atau bahkan pulaumu. Niscaya kamu akan melihat banyaknya perbedaan diluar sana yang dapat memperkaya wawasan dan cara berpikir kita dalam menatap dunia. Begitu hebatnya ciptaan Sang Maha Kuasa, menciptakan beraneka macam makhluk dan detail bentang alam yang berbeda. Kita sebagai makhluk ciptaanNya yang dapat berpikiran kompleks disatukan atas dasar satu kesamaan, yakni manusia. Perbedaan golongan, budaya, warna kulit maupun bentang alam tempat kita tinggal menjadik...
Judul: Kejahatan dan Hukuman
Tahun penulisan: 1949
Penulis: Fyodor Dostoyevsky
Penerbit: Pustaka Obor
Jumlah halaman: 448 halaman
Novel ini merupakan novel bertema psikologi kriminal pertama yang pernah aku baca. Melalui karyanya yang satu ini Dostoyevsky berusaha menggambarkan suasana perasaan tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung secara detail. Walaupun agak susah untuk mengingat nama-nama tokohnya, karena antara nama asli dan nama panggilan seringkali berbeda dan juga akibat pengaruh budaya nama Rusia yang akan terdengar asing di telinga kita. Kelemahan lain dari novel ini menurutku adalah akibat adanya peringkasan dari novel yang asli sehingga nampak ada beberapa bagian yang terlompati dan menjadikannya tidak sedetail bagian-bagian lain. Mungkin akan lebih baik jika peringkasan itu sesuai dengan alur cerita yang ada tanpa memotong bagian yang termasuk rangkaian penting dari kisahnya. Meskipun begitu, novel ini benar-benar bisa membawa pembaca mengarungi pola pikir seorang pembunuh yang sebenarnya dia tergolong orang baik-baik dan berpendidikan, akan tetapi akibat suatu masalah hidup yang ia alami dan keinginan untuk membuktikan teori ciptaannya, ia pun membunuh sekaligus 2 orang. Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Yuk simak dibawah :)
Rodion Raskolnikov Romanovitch atau yang kerap disapa dengan Rodya adalah seorang mahasiswa yang baru saja dikeluarkan dari kampusnya karena tidak sanggup membayar biaya kuliah. Termasuk pembayaran kos tempat tinggalnya juga telah ia tunggak selama beberapa bulan. Kondisi perekonomian keluarganya yang sangat buruk membuatnya merasa gagal dalam hidup. Masalah hidup yang dirasanya semakin berat itu membuat ia semakin menutup diri dari lingkungan sosialnya. Suatu hari ia memutuskan untuk menemui seorang wanita tua lintah darat, Alyona Ivanovna, guna memperoleh pinjaman uang dengan menggadaikan arloji warisan ayahnya. Setelah mendapat pinjaman dari lintah darat tersebut Rodya mampir ke sebuah kedai minuman dan berkenalan dengan Marmeladov. Marmeladov adalah seorang pengangguran yang kerjaannya hanya mabuk-mabukan semenjak ia dipecat dari perusahaannya. Kepada Rodya ia menceritakan seluruh kemalangan hidup keluarganya yang seluruhnya disebabkan oleh faktor kemiskinan. Anak pertama Marmeladov yang masih remaja, Sonia Marmeladov, bahkan harus terpaksa bekerja keras guna melunasi utang, membayar biaya hidup 5 anggota keluarganya, obat-obatan ibunya yang sakit, dan untuk membelikan ayahnya alkohol. Nantinya, tokoh Sonia ini lah yang akan menjadi pasangan hidup untuk mengarungi kerasnya cobaan si tokoh utama.
Esoknya, Rodya menerima sebuah surat dari ibunya, Pulcheria. Surat itu pada intinya menceritakan tentang bagaimana kondisi keuangan keluarga sesungguhnya yang selama ini disembunyikan oleh ibunya, kasus penghinaan dan pelecehan yang dialami Dounia (adik Rodya) oleh majikannya, Tuan Svidrigailov, dan kabar rencana pernikahan Dounia dengan Pyotr Petrovich Luzhin. Menerima surat itu semakin membuat batinnya tersiksa. Menurutnya, Luzhin yang merupakan seorang pengusaha tidak akan bisa membuat hidup adiknya bahagia karena pengusaha adalah golongan yang tabiatnya dilandasi prinsip "keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya". Rodya beranggapan bahwa rencana pernikahan tersebut sengaja dilakukan oleh Dounia untuk membuat hidup Rodya menjadi lebih baik sedangkan Rodya tidak ingin adiknya menderita karenanya sehingga ia pun berusaha membatalkan rencana pernikahan tersebut.
Beberapa hari kemudian, Rodya melakukan pembunuhan kepada Alyona dan Lizaveta Ivanovna ketika sedang bertamu di rumah mereka. Ia merasa mendapatkan bisikan misterius di telinganya untuk melakukan perbuatan tersebut. Nampaknya kemiskinan dan penderitaan telah membutakan akal sehat Rodya. Dalam pemikirannya yang masih kritis layaknya mahasiswa, menurutnya kemiskinan melahirkan apa yang oleh masyarakat umum disebut kejahatan, seperti menjual diri dan membunuh. Sebaliknya, kekayaan juga bisa menumbuhkan keserakahan dan kesombongan yang mengakibatkan pemerasan, penipuan, kelicikan, kekejaman terhadap kemiskinan dan ketidakberdayaan. Sehingga dalam hal ini, kemiskinan yang memakan korban menjadi suatu kejahatan sejatinya adalah akibat keserakahan kaum kelas atas dimana orang-orang kaya yang serakah dan licik akan memeras habis kaum miskin. Akar kejahatan itulah yang dibenci Rodya dan ingin ia lenyapkan dimana sasaran terdekatnya ialah lintah darat tua Alyona. Lizaveta, adik Alyona, juga menjadi korban pembunuhan karena secara tidak sengaja dia menjadi saksi mata yang berada di TKP saat itu. Sekalipun Rodya juga mengambil beberapa harta milik Alyona namun ia tak pernah menggunakannya sama sekali.
Menurut teorinya, kejahatan bukanlah kejahatan kalau dilakukan demi cinta kasihnya pada keselamatan orang lain. Seperti halnya yang ia lakukan, membunuh seorang lintah darat, merupakan sebuah perbuatan yang ia benarkan karena ditujukan demi keselamatan umum. Membunuh banyak orang demi keselamatan bangsa dan negara, melacur demi keselamatan keluarga, menikah dengan orang yang tidak dicintai demi meningkatkan ekonomi keluarga, itu semua bukan lah kejahatan karena dilakukan demi cinta pada sesama. Mereka ini menjadikan dirinya sebagai korban dalam perbuatan yang oleh masyarakat disebut jahat. Seluruh isi novel ini berusaha mencari jawaban atas pembenaran Rodya tersebut, jahat atau tidakkah tindakannya?
Persoalan pada novel lantas berkisar antara perasaan, hati nurani, keagamaan, teori-teori, dan rasionalitas. Rodya mewakili cara berpikir modern yang serba rasional, keras, agresif dalam memecahkan persoalan sehingga berani melakukan kejahatan demi lenyapnya kejahatan, sedangkan Sonia mewakili cara berpikir dengan hati nurani, pemaaf yang penuh perasaan dan cinta kasih yang bahkan rela mengorbankan dirinya dalam kejahatan demi keselamatan sesamanya. Pada akhirnya Rodya mengakui kejahatannya melalui pengakuan kebenaran, dari satu dunia ke dunia lain. Dunia rasionalitas ke dunia penuh kasih dan menjadi dunia gabungan harmonis diantara keduanya.
Semua orang bisa bicara tentang kewajiban dan kesadaran, namun yang paling penting dia berbuat baik atau tidak ― Fyodor Dostoyevsky

Hmm mengerikan juga ya ceritanya
BalasHapusBlog yang menarik, Fyodor Dostoyevsky, yang dalam bukunya 'Kejahatan dan Hukuman' dia menulis :"Orang biasa harus hidup berbakti, tidak berhak untuk melanggar hukum, karena, apa anda tidak melihat, mereka orang biasa. Tapi orang luar biasa berhak melakukan kejahatan apapun dan melanggar hukum secara apapun, hanya karena mereka orang luar biasa."
BalasHapusSaya mencoba menulis blog tentang Buku ini, semoga anda juga suka https://stenote-berkata.blogspot.com/2021/04/wawancara-dengan-fyodor.html